Bersantap Mie Ayam Bangka Fina, Bakmi Halal Legendaris di Pulau Timah

Sabtu, 25 April 2026 | 08:00 WIB
Bersantap Mie Ayam Bangka Fina, Bakmi Halal Legendaris di Pulau Timah

Mie Ayam Bangka FINA di Kota Pangkalpinang (KONTAN/Dupla KPS)

Reporter: Dupla Kartini  | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Bakmi, salah satu kuliner yang identik dengan masyarakat Bangka. Di pulau penghasil timah ini, bisa dengan mudah dijumpai kedai-kedai bakmi, atau biasa disebut mian, pengaruh dari kuliner orang Khek atawa Hakka. Biasanya, mian disajikan dengan topping aneka daging cincang.

Nah, kalau sedang di Pangkalpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan ingin mencicipi sajian bakmi yang halal, bisa singgah ke kedai Mie Ayam Bangka Fina. Ini salah satu kedai mi legendaris di Bangka. Lokasinya di Jalan KH. Ali Mustafa, Kecamatan Rangkui, tepat di seberang SMPN 1 Pangkalpinang.

Empat meja persegi panjang mengisi ruang kedai, yang bisa menampung sekitar 30 pengunjung. Sebelum mencari tempat duduk, pesan menu yang diinginkan kepada pegawai yang berjaga di meja dekat teras. Tak usah bingung, daftar menu dipajang di dinding bagian depan. Mie Ayam Spesial salah satu menu best seller di sini.

Yang menarik, begitu masuk ruangan kedai, pengunjung disambut pajangan berukuran jumbo di setiap sisi dinding. Salah satunya, frame berukuran besar berisi foto-foto artis ibu kota yang pernah singgah ke kedai ini. Di sisi lainnya, ada juga pajangan yang bertuliskan tips menikmati bakmi ala Mie Ayam Bangka Fina.

Karena sedang tak ramai, kurang dari 10 menit, pesanan Mie Ayam Bangka Spesial sudah tersaji di meja. Semangkuk mi kuning dilengkapi tauge, sawi, ayam, dan jamur cincang berwarna kecoklatan, plus topping bawang goreng serta daun bawang. Aroma harum minyak bawang langsung menyeruak indera penciuman.

Baca Juga: Hangat dan Gurih Pantiaw Kuah Ikan Khas Bangka yang Legendaris

Aduk sebentar supaya minyak bawang, kecap asin, penyedap rasa, dan lada yang ada di dasar mangkuk, teracik sempurna dengan mi dan sayuran.

Segera seruput mi selagi hangat. Kombinasi rasa gurih dan manis menggoyang lidah saat mie serta potongan ayam masuk ke dalam mulut. Begitu dikunyah, tekstur mi lembut, tak terlalu kenyal, berpadu dengan renyahnya sayuran dan ayam plus jamur yang juicy.

Meski tanpa menambahkan kecap atau sambal, mi ayam ini rasanya pas di lidah. Hanya, bagi yang doyan lebih manis, pedas, atau ingin ada sedikit rasa segar, bisa meracik sendiri, ya. Potongan jeruk songkit, sambal, kecap manis, maupun lada tersedia di setiap meja.

Porsi mi cukup mengenyangkan, tak berlebihan. Apalagi, setelah seporsi mi ayam tandas, lanjutkan dengan menyesap semangkuk kuah kaldu gurih, yang dilengkapi dengan bakso sapi dan pangsit ayam.

Ini sesuai rekomendasi tips menikmati bakmie ala Mie Ayam Bangka Fina. Kuah dan mie dimakan terpisah.

"Tidak dicampur, agar bisa menikmati rasa otentik masing-masing. Juga enggak bikin mie benyek," kata Entuf Hasanudin, sang pemilik kedai.

Modifikasi rasa

Sejatinya, Entuf adalah warga pendatang. Keahlian meracik bakmi didapat dari pengalamannya menjadi koki selama 12 tahun di salah satu kedai mi dan martabak di Bogor.

Dia perlu sedikit memodifikasi racikan bumbu bakmi. Maklum, beda dengan orang di tempat asalnya yang doyan gurih, masyarakat Bangka umumnya menyukai rasa agak manis.

Baca Juga: Nyok! Santap Mie Kangkung Betawi di Keriuhan Blok M

Bukan cuma warga sekitar pelanggannya, Mie Ayam Bangka Fina kerap menjadi rujukan kuliner bagi tamu pemerintah daerah (pemda) hingga para pelancong. Sebagai kedai mi halal di tengah ramainya persaingan bisnis bakmi di Pulau Bangka, kata Entuf, ia bisa bertahan selama 16 tahun, karena konsisten menjaga kualitas.

Dia bilang, mi kuning diproduksi setiap hari dan tanpa pengawet. Memang, Entuf tidak bikin sendiri, tapi memesan dari produsen mi setempat.

"Tapi, setiap hari, saya setor telur dan bumbu untuk adonan mi ke pabrik. Takaran bahan-bahan harus konsisten supaya tekstur mi lembut, tidak terlalu kenyal, tidak pula lembek," ungkap pria 56 tahun ini.

Kalau ayam dan jamur cincang asli racikan tangan Entuf. Rasa manis, gurih dan aroma yang harum, didapat dari kecap, sahang alias lada, dan bawang putih yang ditambahkan saat memasak ayam dan jamur.

Saban hari, menurut Entuf, kedainya menghabiskan rata-rata 10 kilogram mi kuning. Biasanya, pengunjung lebih ramai pada Sabtu dan Minggu.

Kalau tak doyan mi kuning, sebagai alternatif, pengunjung bisa, lo, menggantinya dengan memesan bihun atau pantiaw yang terbuat dari bahan tepung beras. Harga seporsi mi di Mie Ayam Bangka Fina bervariasi, tergantung tambahan topping. Seporsi Mie Ayam Spesial, lengkap dengan semangkuk sup pangsit dan bakso, misalnya, dibanderol Rp 33.000.

Kalau cuma mau ngemil, tersedia pangsit goreng hingga martabak telur. Mirip martabak telur pada umumnya, martabak buatan Entuf teksturnya garing di luar, dengan isian daging yang tidak pelit dan rasa gurih. Yang sedikit beda, rasa asam kuah cocolannya lebih pekat, sehingga sangat segar dengan kombinasi rasa pedas dan manis.

Menu tambahan di sini harganya mulai Rp 27.000 hingga Rp 55.000 per porsi.

Kedai ini bisa menjadi tempat sarapan hingga makan malam. Sebab, buka tiap hari mulai jam 10 pagi sampai 10 malam.

Baca Juga: Liwetan Santai nan Sedap di Nasi Liwet Pawon

Mie Ayam Bangka Fina

Jl. KH. Ali Mustafa No.1 Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang

HP: 0852-1894-1717

Koordinat GPS: -2.131811, 106.110278

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag
Terbaru