HOME

Nike Vaporfly sukses bujuk jutaan pelari amatir, ini kisah kontroversinya

Jumat, 24 Januari 2020 | 16:56 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Nike Vaporfly sukses bujuk jutaan pelari amatir, ini kisah kontroversinya

ILUSTRASI. Sejumlah atlet mengenakan sepatu Nike Vaporfly selama Dubai Marathon di Dubai, Uni Emirat Arab (24/1/2020).


"Tetapi setelah acara lari, itu (Vaporfly) membuat saya bertanya-tanya, apakah saya harus memakainya. Karena saya pikir, saya mungkin bisa mengalahkan target saya hanya dengan sepatu yanng biasa saya pakai," ujar dia.

Studi ilmiah serta bukti anekdotal menunjukkan, sepatu lari Nike Vaporfly yang dilengkapi dengan sol busa super-kenyal yang membungkus pelat serat karbon, bisa meningkatkan efisiensi berlari antara 4% hingga 6%.

Baca Juga: Preview deretan sneakers Air Jordan yang diprediksi cuan tahun 2020

Fakta tersebut sukses membujuk jutaan pelari amatir termasuk Grundon untuk menyingkirkan sepatu favorit lama mereka dan mencoba Nike Vaporfly.

Sepatu itu juga menimbulkan pertanyaan di World Athletics, badan olahraga lari dunia, yang tampaknya akan meninjau peraturannya untuk lomba tingkat elit mengingat kemajuan teknologi, sambil memungkinkan pelari rekreasi memakai apa yang mereka inginkan.

Melansir Reuters, Chief Financial Officer (CFO) Nike Andrew Campion mengatakan kepada analis pada Desember 2019, pangsa pasar perusahaannya mencapai rekor tertinggi pada kuartal kedua tahun lalu, berkat kesuksesan model VaporFly.

Baca Juga: Sneakers Nike Kaepernick ludes terjual dalam hitungan jam, ini ceritanya

Dan, sambil bercanda Campion bilang, "Waktu yang saya perlukan untuk berjalan melintasi kampus Nike di sini, di kantor pusat, telah berkurang setidaknya 4%. Jadi saya merasa senang tentang hal itu".

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan
Tag


Terbaru